Pemberdayaan Guru Pondok Pesantren di Kabupaten Batang Sebagai Upaya Meningkatkan Profesionalitas Guru dalam Program Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)

Authors

  • Devi Dwi Kurniawan Universitas Selamat Sri
  • S. Thoriqul Huda Universitas Selamat Sri

DOI:

https://doi.org/10.28926/briliant.v6i2.626

Keywords:

Pemberdayaan Guru, Pondok Pesantren, Profesionalitas Guru, Pembangunan Berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini bertujuan terwujudnya profesionalitas guru di Pondok Pesantren yang berada di wilayah Kabupaten Batang dalam rangka program pembangunan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini menerapkan model pemberdayaan guru pondok pesantren yang mampu menjadi model dalam penyelenggaraan pendidikan pondok pesantren yang berkualitas. Target khusus penelitian ini adalah meningkatnya kompetensi mengajar guru Pondok Pesantren dan meningkatnya kualitas mutu Pondok Pesantren. Metodologi penelitian ini menggunakan partisipative action research dengan pendekatan partisipative rural action (PRA) dan rapid rural action (RRA). Tahap awal, Pondok Pesantren Bardan Wasalaman sebagai pilot project dalam pelaksanaan program diterapkan 3 jenis pelatihan mengenai peningkatan profesionalitas guru pondok pesantren dalam pembangunan berkelanjutan seperti: (1) pelatihan penyusunan kurikulum, silabus dan RPP, (2) pelatihan penelitian tindakan kelas, dan (3) pelatihan penyusunan dan analisis instrument penilaian. Pada tahap kedua, model yang dihasilkan disosialisasikan kepada ke pondok pesantren lain yang ada di Kabupaten Batang melalui jejaring kerjasama antara pondok pesantren yang telah dibentuk pada akhir tahap pertama. Pada tahap ketiga, model yang dihasilkan dipraktekan ke pondok pesantren lain yang ada di Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukan (1) Profesionalisme Guru di Pondok Pesantren dengan mampu meningkatkan kompetensinya dalam menyusun kurikulum, silabus dan RPP dengan baik, (2) Profesionalisme Guru di Pondok Pesantren dengan mampu melakukan penelitian tindakan kelas guna menunjang peningkatan kompetensi mengajarnya, (3) Profesionalisme Guru di Pondok Pesnatren dengan mampu menyusun dan menganalisis instrumen penilaian, (4) Meningkatnya kualitas mutu pondok pesantren melalui penerapan manajemen pengelolaan pondok pesantren yang baik, (5) mensosialisasikan model pemberdayaan guru ke pondok pesantren lain yang ada di Kabupaten Batang, dan (6) Mempraktikan model pemberdayaan guru yang dihasilkan ke pondok pesantren lain yang ada di Kabupaten Batang.

References

Muslim, Aziz. (2017). Analisis Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat dalam Membangun Kemandirian Masyarakat Miskin. Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1: (79 - 87).

Aulia, Rihlah Nur., Narulita, Sari., Firdaus, Moh., Mardhiah, Izzatul. 2018. Pengelolaan Pendidikan Lingkungan Berbasis Pesantren. Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Vol. 19 No. 1: (73 – 88).

Syafe’i, Imam. 2017. Pondok Pesantren: Lembaga Pendidikan Pembentuk Karakter. Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1: (61 – 82)

Mulyasa. (2005). Menjadi Guru, Menciptakan Pelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Abdullah, Nasyih Ulwan. (1992). Tarbiyatul Aulad fil Islam, Terjemahan Halilulah Ahmas, Bandung, Remaja Rosdakarya.

Rahmat, Abdul & Mirnawati, Mira. (2020). Model Participation Action Research Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Aksara : Jurnal Ilmiah Pendidikan Nonformal Vol. 06 No. 01 (62 – 71).

Manaf, Abdul. (2016). Hubungan Pemberdayaan Guru dengan Profesionalisme Guru dan Mutu Pendidikan. Jurnal Penelitian Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 2: (108 – 118).

Published

31-05-2021