Tindakan Preventif dan Korektif Sebagai Pengendalian Risiko Kinerja Biaya pada Proyek Konstruksi Pelabuhan

Citra Pradipta Hudoyo, Novi Andhi Setyo Purwono

Abstract


Industri konstruksi yang semakin marak memerlukan perhatian khusus terhadap kemungkinan terjadinya risiko. Terjadinya risiko buruk akan berdampak terhadap pencapaian kinerja waktu, biaya maupun kualitas pada proyek konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai pedoman manajemen risiko pada proyek konstruksi pelabuhan laut, sehingga kontraktor dapat mengantisipasi risiko yang mempengaruhi kinerja biaya dan mengetahui respon risiko apa yang dapat dilakukan apabila resiko tersebut terjadi. Hasil akhir didapatkan 10 variabel risiko tertinggi, yaitu kesalahan prediksi gelombang tinggi, pemakaian material melebihi volume yang seharusnya, kualifikasi tenaga kerja tidak sesuai perencanaan, kekeliruan estimasi produktivitas peralatan, kesalahan menghitung volume pekerjaan, kondisi bawah air berbeda dengan asumsi tender, kesalahan prediksi kondisi lapangan, cuaca dan kejadian yang mungkin terjadi saat pelaksanaan proyek, harga material yang dibeli melebihi estimasi pada perencanaan, pengadaan tenaga kerja pada pelaksanaan tidak sesuai dengan kebutuhan, dan kesalahan prediksi pasang surut air laut. Untuk mendapatkan respon risiko dari 10 variabel risiko tertinggi dilakukan wawancara dan validasi oleh pakar konstruksi pelabuhan, sehingga penelitian ini mendapatkan faktor penyebab risiko dam dampak risiko, kemudian dilakukan diskusi untuk mendapatkan tindakan preventif dan korektif.


Keywords


Manajemen Risiko; Proyek; Pelabuhan

References


Elsye, V., Latief, Y., & Sagita, L. (2018). Development of Work Breakdown Structure (WBS) Standard for Producing the Risk Based Structural Work Safety Plan Of Building. MATEC Web of Conferences, 147, 06003. https://doi.org/10.1051/MATECCONF/201814706003

Gitau, L. mwangi. (2015). The Effects of Risk Management at Project Planning Phase on Performance of Construction Project in Rwanda. Jomo Kenyatta University of Agriculture And Technology.

Haidar, H., Monalisa, Pratama, A. A., Siswantoro, F., & Purba, H. H. (2022). Analisis Manajemen Risiko pada Proyek Konstruksi Pelabuhan: Kajian Literatur Sistematik. Journal of Industrial and Engineering System, 3(1), 14–31. https://doi.org/10.31599/JIES.V3I1.851

Ho, M. W., & Ho, K. H. (David). (2006). Risk Management in Large Physical Infrastructure Investments: The Context of Seaport Infrastructure Development and Investment. Maritime Economics & Logistics, 8(2), 140–168. https://doi.org/10.1057/palgrave.mel.9100153

Ismiyati, I., Sanggawuri, R., & Handajani, M. (2019). Penerapan Manajemen Resiko pada Pembangunan Proyek Perpanjangan Dermaga log (Studi Kasus: Pelabuhan DalamTanjung Emas Semarang). MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL, 25(2), 209–220. https://doi.org/10.14710/MKTS.V25I2.19467

Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas. (2015). Konsep Tol Laut Dan Implementasi 2015 - 2019.

Pratama, I. A. (2014). Identifikasi Risiko Pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Dermaga/Pelabuhan di Nusa Penida. Jurnal Media Bina Ilmiah, 8(1), 24–29.

Project Management Institute. (2017). A guide to the project management body of knowledge (PMBOK guide) (6th Edition).

Tam, V. W. Y., & Shen, L. Y. (2012). Risk management for contractors in marine projects. Organization, Technology & Management in Construction: An International Journal, 4(1), 403–410.

I Wayan Sukaarta, Bonny F. Sompie, & Huibert Tarore. (2012). Analisis Resiko Proyek Pembangunan Dermaga Study Kasus Dermaga Pehe Di Kecamatan Siau Barat Kabupaten Kepulauan Sitaro. Jurnal Ilmiah MEDIA ENGINEERING, 2(4).




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v8i2.1151

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar