Pembelajaran Sejarah Abad 21 dalam Menunjang Kompetensi Komunikasi dan Rasa Nasionalisme Siswa

Hari Naredi, Danin Haqien, Ahmad Ruslan, Nelsusmena Nelsusmena, Gery Erlangga

Abstract


Peran pembelajaran sejarah di sekolah, tentunya mampu menunjang kompetensi abad 21 terhadap siswa dan salah satunya ialah kompetensi komunikasi. Dengan adanya pembelajaran sejarah abad 21, tidak serta merta menghilangkan penanaman nilai nasionalisme terhadap siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan data penelitian ini diperoleh dan dikumpulkan dari artikel penelitian sebelumnya, serta peneliti menganalisis data berdasarkan teori-teori pembelajaran abad 21.   Hasil dari penelitian ini terdapat dua model pembelajaran sejarah abad 21 untuk menunjang kompetensi komunikasi serta rasa nasionalisme siswa, yaitu model pembelajaran problem-based learning dan project-based learning. Pada kedua model pembelajaran tersebut, akan meningkatkan kompetensi komunikasi karena, siswa akan menjalankan sebuah interaksi sosial untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari siswa tersebut. Rasa nasionalisme siswa juga dapat terbentuk dengan menggunakan kedua model pembelajaran tersebut, karena apabila siswa dilatih dalam berpikir historis layaknya seorang sejarawan, maka rasa nasionalisme dapat diresapi apabila siswa tersebut mampu berpikir secara historis.

Keywords


Pembelajaran Sejarah; Abad 21; Komunikasi; Nasionalisme

References


Andrian, Y., & Rusman. (2019). Implementasi Pembelajaran Abad 21 dalam Kurikulum 2013. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 12(1), 14–23.

Arsanti, M., Zulaeha, I., Subiyantoro, & Haryati S, N. (2021). Tuntutan Kompetensi 4C Abad 21 dalam Pendidikan di Perguruan Tinggi untuk Menghadapi Era Society 5.0. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 319–324. Semarang: Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Balim, A. G. (2009). The Effects of Discovery Learning on Students Success and Inquiry Learning Skills. Eurasian Journal of Education Research, 35(1), 1–20.

Bondee, V., Kidrakarn, P., & Ngiamvibool, W. (2011). A Learning and Teaching Model Using Project-Based Learning (PBL) on the Web to Promote Cooperative Learning. European Journal of Social Sciences, 21(3), 498–506.

Fahrozy, F. P. N., Iskandar, S., Abidin, Y., & Sari, M. Z. (2022). Upaya Pembelajaran Abad 19-20 dan Pembelajaran Abad 21 di Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(2), 3093–3101.

https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2098

Grand, M. M., & Branch, R. M. (2005). Project Based Learning in a Middle School: Tracing Abilities through the Artifacts of Learning. Journal of Research on Technology in Education, 38(1), 2887–2908.

Handy, M. R. N. (2021). Pembelajaran Sejarah dalam Membangun Historical Awarness dan Sikap Nasionalisme Peserta Didik. Prabayaksa: Journal of History Education, 1(1), 49–54.

Hidayat, D. (2021). Kompetensi Komunikasi Daring Keniscayaan di Era Digital. Jurnal ASPIKOM Jabar, 1(1), 18–26.

Huang, R. (2005). Chinese International Students Perceptions of the Problem Based Learning. Journal of Hospitality, Leisure, Sport and Tourism, 4(2), 36–43.

Indarta, Y., Jalinus, N., Abdullah, R., & Samala, A. D. (2021). 21st Century Skills: TVET dan Tantangan Abad 21. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4340–4348.

Jungyoun, H. (2018). A Study on Development and Effectiveness of a Teaching-Learning Model Based on Flipped Learning and PBL. Journal of Problem Based Learning, 5(1), 45–54.

Kemendikbud. (2013). Kurikulum 2013 SD - Panduan Teknis Penilaian Sekolah Dasar. Jakarta: Dit PSMP - Kemendikbud.

Luthfiyah, & Fitrah, M. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus. Sukabumi: Jejak.

Nurasmu, & Baihaqi. (2016). Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru SMA Negeri Aceh Tamiang. Jurnal Pendidikan Biologi, 5(3), 193–199.

Prise, E. A., & Driscoll, M. P. (1997). An Inquiry Into the Spontaneous Transfer of Problem Solving Skills. Contemporary Educational Psychology, 22(1), 472–494.

Rahayu, R., Iskandar, S., & Abidin, Y. (2022). Inovasi Pembelajaran Abad 21 dan Penerapannya di Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(2), 2099–2104.

Saab, M., Joonlingen, W. R., & Wolters, B. A. (2005). Communication in Colaborative Discovery Learning. British Journal of Educational Psychology, 75(1), 603–621.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syaputra, E., & Dewi, D. (2020). Tradisi Lisan sebagai Bahan Pengembangan Materi Ajar Pendidikan IPS di SMP. Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran, 5(2), 22–29.

Syaputra, E., & Sariyatun. (2019). Pembelajaran Sejarah di Abad 21 (Telaah Teoritis terhadap Model dan Materi). Yupa: Historical Studies Journal, 3(1), 18–27.

Wahyudin, Rusman, D., & Rahmawati, Y. (2017). Penguatan Life Skills dalam Implementasi Kurikulum 2013 pada SMA (Sekolah Menengah Atas) di Jawa Barat. Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia Untuk Kajian Pendidikan, 2(1), 65–80.

Wijaya, E. Y., Sudjimat, D. A., & Nyoto, A. (2016). Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan. Jurnal Pendidikan, 1(1), 263–278.




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v7i3.1065

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar