Hubungan Tutupan Lahan Terhadap ketersediaan Air di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar

Trisno Widodo

Abstract


Perubahan tutupan lahan yang semula merupakan lahan terbuka yang berubah menjadi kawasan terbangun yang kedap air dapat menyebabkan meningkatnya debit aliran air permukaan.  Seiring laju pembangunan dan perubahan pemanfaatan lahan maka semakin mengurangi daerah terbuka sebagai daerah resapan air.   Sedangkan kebutuhan akan air semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Kecamatan Kanigoro pada 5 Januari 2010 ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Blitar mengalami percepatan perubahan pemanfaatan lahan pedesaan menjadi daerah perkotaan yang mempunyai ciri khas mayoritas pemanfaatan lahannya berupa lahan terbangun. Untuk itu perlu dilakukan kajian hubungan tutupan lahan terhadap ketersediaan air  di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar dengan menggunakan metode analisis pemanfaatan lahan, kebutuhan air, dan ketersediaan air berdasarkan input dan output air di wilayah Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.  Berdasarkan hasil penelitian, maka terdapat wilayah di Kecamatan Kanigoro yang volume ketersediaan air tanahnya akibat adanya perubahan penggunaan lahan dari lahan terbuka ke lahan terbangun dan meningkatnya kebutuhan air bersih.  Hasil dari penelitian ini dapat menjadi rekomendasi penatagunaan lahan sebagai daerah imbuhan untuk membantu meningkatkan kemampuan tanah meresapkan air lebih lama.


Keywords


Tutupan lahan; Kebutuhan air; Ketersediaan air

References


Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Blitar. 2017. Laporan Akhir Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Cipta Karya Kabupaten Blitar Tahun 2018-2022.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar. 2019. Kabupaten Blitar Dalam Angka Tahun 2019.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar. 2019. Kecamatan Kanigoro Dalam Angka Tahun 2019.

Carmon, Naomi et al. 1997. Water-Sensitive Urban Planning: Protecting Groundwater. Journal of Environmental Planning and Management, 40(4), 413-434, 1997.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar. 2017. Laporan Akhir Revisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis RDTR BWP Kanigoro.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar. 2019. Laporan Akhir Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup.

Harris, Soepardi. 2010. Peran Serta Masyarakat Dalam Menjaga Keberlangsungan Air Tanah Di Perkotaan Dengan Sistem Sumur Resapan. Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 3 No. 3 September 2010.

Indarto. 2010. Hidrologi Dasar Teori dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi. Jakarta : Penerbit Bumi Aksara.

Irianto, Gatot. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Lahan dan Air (Strategi Pendekatan dan Pendayagunaannya). Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Penerbit Papas Sinar Sinanti.

Kodoatie, Robert J. dan Roestam Sjarief. 2010. Tata Ruang Air. Yogyakarta : Penerbit ANDI.

Purbawa, I Gede Agus dan I Nyoman Gede Wiryajaya. 2009. Analisis Spasial Normal Ketersediaan Air Tanah Bulanan Di Provinsi Bali. Buletin Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Vol. 5 No. 2 Juni 2009.

Suripin. 2001. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta : Penerbit ANDI

Todd, David Keith dan Mays, Larry W. 2005. Ground Water Hydrology. Edisi Ketiga. New York : John Wiley & Sons.

Widharyatmo. 2010. Pengaruh Timbal Balik Perkembangan Lingkungan / Tata Ruang Perkotaan Dan Sekitarnya. Journal of Rural Development Volume I No. 2. Agustus 2010.




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v5i4.535

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar