Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Jepang melalui Metode Bermain Peran (Role Play)

Karjati Soemarmi

Abstract


Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Alasan untuk menggunakan penelitian tindakan adalah untuk meningkatkan metode pembelajaran yang digunakan guru. Hal ini dimungkinkan untuk meningkatkan kemampuan untuk berbicara dengan siswa dari menggunakan metode apapun yang cocok. Kemampuan untuk berbicara siswa dalam melihat hasil saat babak pertama penelitian masih belum baik. Rata-rata hasil adalah 63,4%. Masih aspek tidak pengucapan yang baik dan ekspresi wajah dan gerakan tubuh adalah cara berbicara dan kemampuan wacana untuk memenuhi lawan dan situasi. Pada kedua kalinya penelitian, peningkatan kinerja dapat dilihat. Rata-rata hasil akan 87,8%.

Keywords


kemampuan berbicara; bermain peran;

Full Text:

PDF

References


Asrori, Mohammad. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Wacana Prima

Danasasmita, W. 2009. Metodologi Pembelajaran Bahasa Jepang. Bandung: Rizki press

Kida, Mari, dkk. 2007. Hanasu Koto o Oshieru. Tokyo: The Japan Foundation.

Sudjianto. 2010. Motodologi Pembelajaran Ketrampilan Berbahasa Jepang. Bekasi: Kessaint Blanc.

Sumiati., & Asra. 2008. Metode Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Sutedi, Dedi. 2009. Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.

Tarigan, Henry Guntur. 2015. Berbicara Sebagai Ketrampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v2i2.52

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual

E-ISSN: 2541-4224, P-ISSN: 2541-4216

 

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar