Analisis Miskonsepsi Topik Suhu dan Kalor Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang

Muhammad Reyza Arief Taqwa, Agus Suyudi, Sulur Sulur

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi mahasiswa pada topik suhu dan kalor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada 82 mahasiswa S1 Pendidikan Fisika yang sedang menempuh mata kuliah Fisika Dasar I. Identifikasi miskonsepsi dilakukan dengan memberikan 10 soal two tier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami miskonsepsi pada seluruh sub topik yakni, kesetimbangan termal, pengaruh kalor terhadap perubahan suhu, pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat, perpindahan kalor, pemuaian, dan Azas Black. Miskonsepsi dalam kategori sedang dengan rata-rata miskonsepsi 51,22% mahasiswa.

Keywords


Miskonsepsi; suhu dan kalor; pendidikan fisika

References


Abbas, M. L. H. (2016). Pengembangan instrumen three tier diagnostic test miskonsepsi suhu dan kalor. Ed-Humanistics., 01(02), 83–92. Retrieved from https://www.academia.edu/download/56084463/Three_Tier_test_Miskonsepsi.pdf

Alwan, A. A. (2011). Misconception of heat and temperature among physics students. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 12, 600–614. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.02.074

Aritonang, K. T. (2008). Minat dan Motivasi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Penabur, 7(10), 11–21.

Başer, M. (2006). Effect of conceptual change oriented instruction on remediation of students ’ misconceptions related to heat and temperature concepts. Journal of Maltese Education Research, 4(1), 64–79. https://doi.org/10.1061/(ASCE)0733-9410(1991)117

Berek, F. X., Sutopo, S., & Munzil, M. (2016). Concept enhancement of junior high school students in hydrostatic pressure and archimedes law by predict-observe-explain strategy. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 5(2), 230–238. https://doi.org/10.15294/jpii.v5i2.6038

Franklin, B. J. (1992). The Development, Validation, and Application of a Two-Tier Diagnostic Instrument to Detect Misconceptions in the Areas of Force, Heat, Light and Electricity. Ann Arbor: University Microfilms International.

Hafizah, D., Haris, V., & Eliswatis. (2014). Analisis Miskonsepsi Siswa Melalui Tes Multiple Choice Menggunakan Certainty of Response Index Pada Mata Pelajaran Fisika Man 1 Bukittinggi. Edusainstika Jurnal Pendidikan MIPA, 1(1), 100–103.

Hammer, D. (2000). Student resources for learning introductory physics. American Journal of Physics, 68(S1), S52–S59. https://doi.org/10.1119/1.19520

Irawan, F., & Hasanah, R. (2014). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Saintifik pada Materi Kalor dan Perubahan Wujud Zat terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 15 Surabaya. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika, 3(3), 86–90. Retrieved from https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/inovasi-pendidikan-fisika/article/view/11077

Kaltakçi, D., & Didiç, N. (2007). Identification of pre-service physics teachers’ misconceptions on gravity concept: A study with a 3-tier misconception test. In AIP Conference Proceedings (Vol. 899, pp. 499–500). AIP. https://doi.org/10.1063/1.2733255

Kulkarni, V., & Tambade, P. (2013). Assessing the Conceptual Understanding about Heat and Thermodynamics at Undergraduate Level. European Journal Of Physics Education, 4(2), 9–16. Retrieved from http://ejpe.erciyes.edu.tr/index.php/EJPE/article/view/101

Kurniawan, Y. (2018). Investigation of the Misconception in Newton II Law. Jurnal Pena Sains, 5(1), 11–18. https://doi.org/10.21107/jps.v5i1.3879

Lestari, P. A. S., Rahayu, S., & Hikmawati, H. (2017). Profil Miskonsepsi Siswa Kelas X SMKN 4 Mataram pada Materi Pokok Suhu, Kalor, dan Perpindahan Kalor. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 1(3), 146–153. https://doi.org/10.29303/jpft.v1i3.251

Maunah, N., & Wasis. (2014). Pengembangan two-tier multiple choice diagnostic test untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas x pada materi suhu dan kalor. Inovasi Pendidikan Fisika, 3(2), 195–200. Retrieved from https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/inovasi-pendidikan-fisika/article/view/8095

Nurhasanah, Silitonga, H. T. M., & Oktavianty, E. (2016). Integrasi remediasi miskonsepsi dalam pembelajaran model problem solving materi. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 55–65. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/215772/integrasi-remediasi-miskonsepsi-dalam-pembelajaran-model-problem-solving-materi

Samudra, G., Suastra, M., & Suma, M. (2014). Permasalahan-Permasalahan Yang Dihadapi Siswa SMA Di Kota Singaraja Dalam Mempelajari Fisika. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran IPA Indonesia, 4(1).

Silung, S. N. W., Kusairi, S., & Zulaikah, S. (2016). Diagnosis Miskonsepsi Siswa SMA di Kota Malang pada Konsep Suhu dan Kalor Menggunakan Three Tier Test. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 2(3), 95–105. https://doi.org/10.29303/jpft.v2i3.295

Sofianto, E. W. N., & Irawati, R. K. (2020). Upaya Meremediasi Konsep Fisika pada Materi Suhu dan Kalor. Southeast Asian Journal of Islamic Education, 2(2), 107–120. https://doi.org/10.21093/sajie.v2i2.2188

Sözbilir, M. (2003). A review of selected literature on students’ misconceptions of heat and temperature. Boğaziçi University Journal of Education, 20(1), 25–41. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/228768141

Subekti, E. S. A., & Sunarti, T. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Guided Discovery untuk Menurunkan Tingkat Miskonsepsi Siswa pada Materi Kalor di SMAN 1 Menganti Gresik. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF), 5(3), 142–147.

Taqwa, M. R. A., & Faizah, R. (2016). Perlunya Program Resitasi untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa dalam Memahami Konsep Gaya dan Gerak. Pros. Semnas Pend. IPA Pascasarjana UM, 12(1), 365–372.

Utari, G. P., & Liliawati, W. (2019). Identifikasi miskonsepsi siswa pada materi suhu dan kalormenggunakan four tier diagnostic test di SMA. In Prosiding Seminar Nasional Fisika 5.0 (pp. 86–98). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Wenning, C. J. (2005). Minimizing resistance to inquiry-oriented science instruction : The importance of climate setting . Journal of Physics Teacher Education Online, 3(2), 10–15.

Wijayanti, P. I., Mosik, & Hindarto, N. (2010). Ekplorasi kesulitan belajar siswa pada pokok bahasan cahaya dan upaya peningkatan hasil belajar melalui pembelajaran inkuiri terbimbing. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6(1), 1–5. https://doi.org/10.15294/jpfi.v6i1.1093

Witanecahya, S. Z., & Jatmiko, B. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) untuk Mengurangi Miskonsepsi Siswa Kelas X SMAN 2 Ponorogo pada Pokok Bahasan Perpindahan Panas. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF), 3(3), 6–10.

Wulandari, T. A., Prihandono, T., & Maryani. (2018). Analisis Miskonsepsi Siswa pada Materi Suhu dan Kalor di Kelas XI SMA Jember. In Seminar Nasional Pendidikan Fisika 2018 (Vol. 3, pp. 135–139). Jember: Universitas Negeri Jember.

Yunita, M., & Sahala, S. (2016). Miskonsepsi siswa kelas X SMA Negeri 1 Teluk Batang pada materi kalor dan perpindahannya. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran UNTAN, 5(2), 1–10.

Yusuf, A. M. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v5i3.502

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar