Qaryah Thayyibah: Reposisi Eco-Literacy Melalui Pendidikan Berbasis Masyarakat

Elina Lestariyanti, Mohammad Andi Hakim

Abstract


Eco-literacy menunjukan kesadaran tentang pentingnya lingkungan hidup. Kesadaran betapa pentingnya menjaga dan merawat bumi, ekosistem, alam sebagai tempat tinggal dan berkembangnya kehidupan. Pendidikan merupakan piranti paling ideal dalam menumbuhkan kesadaran tersebut, salah satunya melalui ilmu biologi. Bidang ilmu yang begitu dekat dengan fenomena keseharian manusia dan relasinya dengan lingkungan hidup. Namun, proses pembelajarannya sejauh ini hanya dibebankan dan terbatas pada institusi formal. Masyarakat sebagai bagian dari sistem sosial anak tidak saling terhubung dengan sekolah. Praktik pembelajaran biologi di sekolah menjadi terbatas pada konseptual-hafalan bukan kontekstual-penerapan. Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah adalah sekolah yang menerapkan sistem pendidikan berbasis pada masyarakat (Community Based Education). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah sekaligus pendiri sekolah, pendamping belajar, warga belajar, orang tua dan masyarakat desa setempat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan berbasis masyarakat di sekolah alternatif Qaryah Thayyibah diwujudkan melalui akses, kontrol, partisipasi aktif dan keberterimaan manfaat masyarakat Desa Kalibening. Proses mempelajari ilmu biologi dijalankan melalui pembelajaran aktif, kontekstual dan aplikatif yang berbasis kebutuhan anak melalui optimalisasi sumber daya desa dan potensi masyarakat desa.


Keywords


Community, Education, Biology, Learning, Qaryah Thayyibah

References


Bahruddin, A. 2007. Pendidikan Alternatif Qaryah Thayyibah. Yogyakarta: LKIS.

Baharuddin & Makin, M. 2007. Pendidikan Humanistik (Konsep, Teori dan Aplikasi Praksis dalam Dunia Pendidikan). Yogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Bauer, T., Kniffin, L. E., & Priest, K. L. (2015). The Future of Service-Learning and Community Engagement: Asset-Based Approaches and Student Learning in First-Year Courses Service-Learning in a First-Year Course. Michigan Journal of Community Service Learning, 22(1), 89–92. Retrieved from https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1137421.pdf

Combs, P. H. & Ahmed, M. 1985. Memerangi Kemiskinan di Pedesaan Melalui Pendidikan Non-Formal. Jakarta: Rajawali.

Eyler, J. S., Giles, D. E., Stenson, C. M., & Gray, C. J. (2001). At A Glance: What We Know About The Effects of Service Learning on Student, Faculty, Institutions, and Communities, 1993-2000: Third Edition. Nashville, TN: Vanderbilt University Press.

Ferguson, A. (2006). Making the Case for Service-Learning in First-Year Programs. The Vermont Connection, 27.

Galbraith, M. W. (1995). Community-Based Organizations And The Delivery Of Lifelong Learning Opportunities.

Keraf, A. S. (2014). Filsafat lingkungan hidup, alam sebagai sebuah sistem kehidupan. Yogyakarta: Kanisius

Ma’arif, S., Kholiq, A., & Elizabeth, M.Z. 2012. School Culture di Madrasah dan Sekolah. Semarang: IAIN Walisongo Semarang.

McBeth, W. & Volk, T.L. (2010). The national environmental literacy project: a baseline study of middle grade students in the united states. The Journal Of Environmental Education, 41(1)

Melaville, A., Berg, A. C., & Blank, M. J. (2006). Community Based Learning Engaging Students for Succes and Citizenship. https://doi.org/10.1002/TRTR.01099

National Research Council. (2009). A New Biology for the 21st Century. In A New Biology for the 21st Century. Washington, DC: The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/12764

Perrotti, C. (2019). Review Essay: The Campus and the Neighborly Community. Michigan Journal of Community Service Learning, 25(2). https://doi.org/10.3998/mjcsloa.3239521.0025.205

Rosyada, D. (2007). Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Kencana Perdana Media.

Rusmawan. (2017). Ecoliteracy Dalam Konteks Pendidikan Ips. Jurnal Sosio Didaktika: Social Science Education Journal, 4 (2)

Wickersham, C., Westerberg, C., Jones, K., & Cress, M. (2016). Pivot Points: Direct Measures of the Content and Process of Community-based Learning. Teaching Sociology, 44(1), 17–27. https://doi.org/10.1177/0092055X15613786

Zlotkowski, E. (1995). Does Service Learning Have a Future? Michigan Journal of Community Service Learning. 2(1), 123–133.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. http://kemenag.go.id/file/dokumen/UU2003.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v5i3.483

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar