Ekologi Bahasa dan Jihad Reformasi Agraria: Belajar dari Local Genius Masyarakat Dayak Ngaju

Mohammad Andi Hakim, Muhsiyana Nurul Aisyiyah, Ainun Aslamiah

Abstract


Dayak Ngaju memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan lingkungan alam disekitarnya. Termasuk pembelaanya kulturalnya terhadap persoalan eksploitasi dan perampasan tanah. Kajian ini menginvestigasi aspek-aspek Bahasa Dayak Ngaju yang berkaitan dengan hukum tanah dan digunakan oleh masyarakat secara turun temurun, sekaligus upaya kritik  terhadap hukum tanah yang ada di Indonesia. Data diperoleh melalui kajian pustaka, observasi dan interview. Hasil penelitian menunjukkan keberpihakan Bahasa Dayak Ngaju terhadap konservasi tanah dan kesesuainya dengan tujuan reformasi agraria, antara lain: (1) Hutan sebagai tempat berharga bagi masyarakat Dayak Ngaju; (2) Nilai sosial dan kultural dalam budaya, seremoni peribadatan Ranying Hatalla dan Maniring Hinting dan implikasinya dalam pengelolaan tanah; (3) Penggunaan berbagai terminologi seperti Tajahan, Kaleka, Sapan Pahewan, dan Pukung Himba sebagai warisan konsep konservasi masyarakat. Tiga hal tersebut menjadi basis kultural dan empirik, keyakinan masyarakat dalam mengelola tanah dengan baik tanpa melakukan kerusakan terhadapnya.

Keywords


Ekologi; Reformasi; Agraria; Hukum; Tanah

References


Abban, Anggie, dkk. 2013. Echnoecology of Kaleka: Dayak’s Agroforestry in Kapuas, Central Kalimantan Indonesia. http://www.isca.in/AGRI_FORESTRY/Archive/v1/i8/2.ISCA-RJAFS-2013-043.pdf.

Alotaibi, A.M., dan Alotaibi, M.A. 2015. Syntactic Proficiency of Kuwaiti EFL Learners: A Study of Tag Questions. English Language Teaching, 8(8): 1-9

Alting, Husen. 2013. Konflik Penguasaan Tanah di Maluku Utara: Rakyat Versus Penguasa dan Pengusaha. Jurnal Dinamika Hukum, 13 (2): 267-280

Brunelle, Marc dan Anastasia Riehl. 2002. Vowel Laxing in Ngaju Dayak. Working Papers of the Cornell Phonetics Laboratory, 14: 1-15

Bulkani, et.all. 2018. Pukung pahewan: The effort of natural resources conservation in Dayak Ngaju community. Proceeding of The 1st International Conference on Environmental Sciences

Diansyah, Arma. 2011. Ekstensi Damang sebagai Perdamaian Adat pada Masyarakat Dayak di Palangkaraya. Denpasar: Universitas udayana.

Harsono, B. 1981.Hukum Agraria Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Junus. 1995. Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: CV. Eka Putra.

Luardini, Maria Arina, et.all. 2019. Ecolinguistics of ethno-medicinal plants of the Dayak Ngaju community. Language Sciences, 74: 77-84

Luardini, Maria Arina. 2010. The Ideology of Dayak Ngaju Commonity of Central Kalimantan Implied in the Legends. Palangkaraya: Fakultas Ilmu Kependidikan, Universitas Palangkaraya.

Mukti, Abdul. 2010. Beberapa Kearifan Lokal Suku Dayak Dalam Pengelolaan Suber Daya Alam. Malang: Universitas Brawijaya.

Nopembereni, Eti Dewi, et.all. 2019. Local Wisdom in Shifting Cultivation Management of Dayak Ngaju Community, Central Kalimantan. Journal of Socioeconomics and Development, 2 (1): 34-44

Pahlefi. 2014. Analisis Bentuk-Bentuk Sengketa Hukum atas Tanah Menurut Perautan Perundang-undangan di bidang Agraria. Jurnal Hukum Forum Akademika. 25 (1)

Pratika, Dellis. 2016. The Existence of Phoneme /Ə/ And /C/ In Ngaju Dayaknese. Proceedings of the 2nd National Conference on English Language Teaching (NACELT) IAIN Palangka Raya.

Pratiwi, Oktadea Herda. 2017. Analisis Kontrastif Istilah Kekerabatan Dalam Bahasa Dayak Ngaju, Banjar, Dan Dayak Maanyan. International Seminar on Language Maintenance and Shift (LAMAS)

Rangga, Pati Liandra. 2014. Manajemen Konflik Agraria Studi Kasus Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012-2013. Jurnal FISIP, 1 (2)

Ristati. 2017. The Difficulties in Pronunciation of Fricatives [f] and [v] by Learners of English Whose First Language is Dayak Ngaju: Applied Linguistics. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 3 (1): 47-55

Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV.Alfabeta

Supriatna, Jatna. 2017. Melestarikan Alam Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Usop, Linggua Sanjaya. 2015. Maniring Hinting sebagai Gerakan Kontra Hegemoni Masyarakat Dayak dalam Pembertahanan Hak-Hak atas Tanah di Kabupaten Kota Waringin Timur. Denpasar: Universitas Udayana

Yunai, Yuliza, et.all. 2018. Fishery Lexical Items in Tanjung Balai Malay Language. The 11th International Workshop and Conference of Asean Studies in Linguistics, Islamic and Arabic Education, Social Sciences and Educational Technolog

Yupeng Hu, Jinge Song. 2020. A Pragmatic Study on Non aggressive Doctor-patient Conflict Talk - From the Ecolinguistic Perspective. Vol 4 No 1 (2020): Journal of Clinical and Nursing Research, 4 (1)




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v5i2.461

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar