Optimalisasi Kegiatan Pemeliharaan Pada Waduk Gondang, Kabupaten Karanganyar Terhadap Sedimentasi

Dhanang Samatha Putra, Pranoto Sapto Atmojo, Dyah Ari Wulandari

Abstract


Waduk Gondang berada di Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Waduk Gondang dibangun dalam rangka mendukung ketahanan pangan sebagai infrastruktur penyedia air irigasi dan memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Kabupaten Sragen. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi sedimen yang mengendap di waduk dan pola distribusi sedimen, sehingga dapat digunakan sebagai acuan kegiatan pemeliharaan yang optimal untuk menjaga keberlanjutan fungsi waduk. Dalam studi ini dilakukan perhitungan sedimen berdasarkan erosi lahan yang terjadi dengan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dan perhitungan distribusi sedimen dengan Metode Empiris Pengurangan Luas (Empirical Area Reduction Method). Skenario pengelolaan sedimentasi yang dilakukan adalah dengan cara konservasi, pembuatan cek dam dan dredging. Pemilihan alternatif pengelolaan sedimen ditinjau berdasarkan kapasitas tampungan pada akhir umur rencana waduk. Dari hasil skenario pengelolaan sedimentasi, didapatkan hasil bahwa skenario yang paling optimal adalah dengan pembangunan cek dam yang dapat mengurangi laju sedimentasi sebesar 104.023,21 m3/tahun. Sisa tampungan efektif pada akhir umur rencana sebesar 91,99% sedangkan skenario lainnya berupa konservasi dan dredging menghasilkan sisa tampungan efektif sebesar 86,93% dan 85,55%.


Keywords


Distribusi Sedimen; Erosi; Sedimentasi; Waduk Gondang

References


Arsyad. 2006. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor.

Asdak, C. 2014. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Asrib, A.R. 2012. Model Pengendalian Sedimentasi Waduk Akibat Erosi Lahan Dan Longsoran Di Waduk Bili-Bili Sulawesi Selatan. Desertation. Institut Pertanian Bogor.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. 2012. Detail Desain Bendungan Gondang kabupaten Karanganyar. Sukoharjo.

Brune, G.M. 1953. Trap efficiency of reservoirs. Eos, Trans. Am. Geophys. Union 34, 407–418. https://doi.org/10.1029/TR034i003p00407

Harmayanti, K.D., Konsukartha, G.M., Permana, ida B.D. 2015. Analisis Tingkat Erosi dan Sedimentasi di Danau Buyan. Pros. Konf. Nas. Tek. Sipil 9.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2016. Permen PUPR No 28 Tahun 2016 Tentang AHSP.

Kironoto, B.A., Yulistiyanto, B. 2000. Konservasi Lahan. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Morris, G.L., Fan, J. 2009. Reservoir Sedimentation Handbook. New York: McGraw Hill

Soil Conservation Service. 1983. National Engineering, in: National Engineering Handbook Section 3 : Sedimentation. United States Departement of Agriculture, Washington DC.

Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi Offset

Tukaram, S., Civil, S.M.E., Engineering, H. 2016. Comparison of area reduction method and area increment method for reservoir sedimentation distribution - Case study Ujjani dam 2, 108–111.




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v5i2.447

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar