Kemampuan Guru dalam Berpikir Tingkat Tinggi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kabupaten Banjar

Zaenal Fanani

Abstract


Minimnya informasi tentang kemampuan guru dalam berpikir tingkat tinggi menjadi hambatan dalam pengembangan kurikulum Diklat guru. Untuk mengatasinya, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan guru dalam berpikir tingkat tinggi dan faktor penyebabnya. Metode deskripstif dengan instrumen tes untuk menggali kemampuan guru dalam berpikir tingkat tinggi dan kuesioner untuk menggali faktor penyebabnya. Sampel penelitian sebanyak 40 guru SD Kabupaten Banjar. Teknik analisis digunkan untuk mengetahui persentasi guru yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 90% guru tidak memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Faktor penyebabnya, sebagian besar guru kurang memiliki pengalaman dalam melakukan serangkaian eksperimen dan analisis pola data hasil eksperimen.

Keywords


Kompetensi; Berpikir Tingkat Tinggi; Guru SD

References


Anderson, L.W., & Krathwohl, D.R. 2010. Pembelajaran, Pengajaran dan Assessment: Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arikunto, S. 2010. Manajemen penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Brookhart, Susan M. 2010. How To Assess Higher Order Thinking Skills in Your Classroom. USA, ASCD

Carin, A.A & Bass, J.E. 2001. Teaching Science as Inquiry, 9th Ed. New Jersey.Prentice Hall.

Irianto, Jusuf. 2001. Prinsip-prinsip Dasar Manajemen Pelatihan: Dari Analisis Kebutuhan Sampai Evaluasi Program Pelatihan. Insan Cendekia. Surabaya.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2003. Perencanaan dan Pengembangan SDM. PT. Refika Aditama. Bandung.

Kemedikbud. 2017. Rapor guru dalam hasil uji kompetensi. (Online), (https://lokadata.id/artikel/rapor-guru-dalam-hasil-uji-kompetensi) diakses 30 Januari 2020.

Kemendikbud. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta

Sugiyono. 2013. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. CV

Suryanto & Hewindati. 2002. Pemahaman Peserta didik Sekolah Dasar (SD) Terhadap Konsep-Konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Berbasis Biologi: Suatu Diagnosis Adanya Miskonsepsi. Jakarta: Laporan Hasil Penelitian Lembaga Penelitian Pusat Studi Indonesia, Universitas Terbuka.

UU RI. 2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta.

Wati, Oviana dan Mulidar. 2013. Penggunaan Metode Eksperimen pada Pembelajaran Materi Sifat Bahan dan Kegunaannya Terhadap Hasil dan Respon Belajar Peserta didik Kelas IV MIN Tungkop Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Didaktika, Vol. XIII No. 2




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v5i1.436

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar