Hambatan Cinema Therapy Sebagai Layanan Konseling di Sekolah

Sigit Hariyadi, Puri Wijayanti, Reza Hafidhudin A. Herdiyanto

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persoalan yang dialami konselor di sekolah dalam melakukan layanan cinema therapy serta faktor apa saja yang mempengaruhi. Penelitian ini termasuk dalam metode penelitian survei dengan populasi semua SMP Negeri di Kabupaten Semarang. Pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan studi dokumen. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model  analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian yang diperoleh hambatan atau persoalan yang ada terkait dengan kesalahan dalam pemahaman, pelaksanaan prosedur layanan, serta masih minimnya sarana dan dukungan pihak sekolah.

Keywords


Cinema therapy; Konselor; Konseling Sekolah; Hambatan

References


Arsyad, A. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta: Grafindo Persada.

Davis, A. P., Wilcoxon, S. A., & Townsend, K. M. (2017). Options and Considerations for Using Bibliotherapy in the School Setting. Alabama Counseling Association Journal, 41(2).

Hariyadi, S. (2012). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Layaan Penguasaan Konten dengan Dukungan Tampilan Kepustakaan Berbasis TIK di SMA Negeri 2 Ungaran. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application; Vol 1 No 1 (2012): September 2012. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk/article/view?path=

Hariyadi, S. (2015). Pengembangan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Biblio-Counseling Berbasis Cerita Rakyat. Jurnal Bimbingan Konseling, 97–103.

Ibrahim, H. (2000). Media Pembelajaran : Bahan sajian program pendidikan akta mengajar Departemen pendidikan nasional universitas negeri malang fakultas ilmu pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Leo, F. S. W. (2008). Experience Sharing in Applying Cinematherapy as Part of the Affective Education among the Gifted Children, as Teacher Development and as Parent Education. Hongkong: Polytechnic University.

Peters, L. (2011). Pendidikan Global: Menggunakan Teknologi untuk Memperkenalkan Dunia Global kepada Para Siswa. Jakarta: Indeks.

Portadin, M. A. (2006). The use of popular film in psychotherapy: Is there a “cinematherapy”? Dissertation Abstracts International: Section B: The Sciences and Engineering, 67.

Powell, M. L. (2008). Cinematherapy as a clinical intervention: Theoretical rationale and empirical credibility. University of Arkansas.

Powell, M. L. (2008). Evaluation of an online cinematherapy resource for child counselors. Journal of Technology in Counseling, 5(1). Retrieved from https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0-70949084952&partnerID=40&md5=ff624e1636117bbc15d6c5e36f3bea3e

Shechtman, Z. (2006). The contribution of bibliotherapy to the counseling of aggressive boys. Psychotherapy Research, 16(5), 645–651. https://doi.org/10.1080/10503300600591312

Yang, H., & Lee, Y. (2005). The use of single-session cinematherapy and aggressive behavioral tendencies among adopted children: A pilot study. American Journal of Recreation Therapy, 4(1), 35–44.




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v4i3.324

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual

E-ISSN: 2541-4224, P-ISSN: 2541-4216

 

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar