Implementasi Integrasi Tani Tenak (Studi Kasus di Desa Ngino Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri)

Nur Solikin

Abstract


Pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan akan bisa terangkat jika pola pengembanga dilakukan melalui pengintegrasian sektor pertanian dan peternakan menjadi salah satu aktifitas ekonomi yang saling mengutungkan dan diikuti dengan merintis berdirinya koperasi ternak. Kegiatan ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompok tani/ternak dalam memanfaatkan limbah pertanian untuk peternakan dan pemanfaatan limbah peternakan untuk sektor pertanian.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini partisipatoris, Masyarakat tidak dilihat sebagai obyek melainkan subyek dari pembangunan yang dilakukan, sehingga penekanan partisipasi dari masyarakat, dalam mendapatkan data diperoleh dari anggota kelompok tani dan ternak melalui wawancara dan angket.

Responden sejumlah 60 (anggota kelompok tani dan ternak) menyatakan bahwa 10 persen dari anggota kelompok ternak yang sudah memanfaatkan limbah pertanian diproses menjadi pakan ternak dan 90 persen memanfaatkan limbah ternak tanpa diproses atau hanya disimpan atau langsung diberikan ke ternak. Dalam pemanfaatan limbah peternakan 5 persen yang mengolah limbah ternak menjadi pupuk bokasih dan 75 persen tidak diolah dibiarkan saja kalau kering langsung dibuang di lahan pertanian dan 20 persen yang lain diganti/jual kepada yang membutuhkan. Simpulannya adalah pola pengintegrasian sektor pertanian dan peternakan di Desa Ngino Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri masih kurang dan sangat perlu dikembangkan,ditingkatkan keterampilan masyarakatnya sehingga ekonomi pedesaan bisa tumbuh secara optimal.


Keywords


management

References


Basri, M. 2007. Desa dan Kemiskinannya,online, diakses 9 Januari 2017

Kartasasmita, G. 1996. Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan yang Berakar pada Masyarakat. Institut Teknologi Bandung.

Pranadji,T. 2000. Beberapa Aspek Untuk Antisipasi Pembangunan Pertanian Abad 21. Makalah disampaikan pada Pelatihan ;Pemahaman Aspek Sosial dan Budaya Masyarakat Dalam Perencanaan dan Penerapan Teknologi. Kerjasama Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian UNPAD dengan Badan Litbang Pertanian. Jatinangor, Sumedang.

Solikin, N dan Edy Djoko S. 2016. Entrepreneurship Kelompok Tani Ternak Studi Kasus Di Kabupaten Kediri. JuPEKO. STKIP PGRI Tulungagung.

Yohannes, G. et al. 2003. Pendekatan Sosial Budaya Dalam Pengembangan Sistem Usahatani Tanaman-Ternak di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat.




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v2i4.83

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.