Identifikasi Life Form dan Persentase Tutupan Terumbu Karang untuk Mendukung Ketahanan Ekosistem Pantai Tiga Warna

Andik Isdianto, Oktiyas Muzaky Luthfi

Abstract


Terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat kompleks dan memiliki peran penting bagi lingkungan di laut. Life form terumbu karang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah kedalaman. Identifikasi life form dan pengukuran persentase tutupan karang di Pantai Tiga Warna perlu dilakukan, dengan menggunakan metode line intercept transect dan observasi lapangan. Hasil pengukuran life form di kawasan ini, baik di kedalaman 2 dan 5 meter, didominasi coral foliose. Persentase tutupan terumbu karang yaitu 43,83% yang menunjukkan bahwa kondisi ekosistem terumbu karang adalah cukup baik untuk mendukung ketahanan ekosistem di Pantai Tiga Warna.


Keywords


field observation; line intercept transect; coral foliose; depth

References


AIMS. (2020). About AIMS. https://www.aims.gov.au/docs/about/about.html

Arini, D. I. D. (2013). Potensi Terumbu Karang Indonesia; Tantangan dan Upaya Konservasinya. Info Balai Penelitian Kehutanan, 3(2), 147–172.

Barus, B. S., Prartono, T., & Soedarma, D. (2018). Pengaruh lingkungan terhadap bentuk pertumbuhan terumbu karang di perairan teluk lampung. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(3), 699–710.

Candri, D. A., Ahyadi, H., Riandinata, S. K., & Virgota, A. (2019). Analisis Persentase Tutupan Terumbu Karang Gili Tangkong, Sekotong Kabupaten Lombok Barat. BioWallacea, 5(1), 29–35. https://doi.org/10.29303/biowal.v5i1.106

English, S., Wilkinson, C., & Baker, V. (1998). Survey manual for tropical marine resources. (2nd ed.). Australian Institute Of Marine Science.

Erlina. (2008). Metode Penelitian Bisnis Akuntansi dan Manajemen Edisi Kedua. USU Press.

Giyanto, Abrar, M., Hadi, T. A., Budiyanto, A., Hafizt, M., Salatalohy, A., & Iswari, M. Y. (2017). Status Terumbu Karang Di Indonesia 2017 (Suharsono (ed.)). Puslit Oseanografi - LIPI.

Infopondokdadap. (2018). Laporan Monitoring Ekosistem Terumbu Karang Pantai Tiga Warna.

Islam, M. A., Paull, D. J., Griffin, A. L., & Murshed, S. (2020). Assessing ecosystem resilience to a tropical cyclone based on ecosystem service supply proficiency using geospatial techniques and social responses in coastal Bangladesh. International Journal of Disaster Risk Reduction, 49(November 2019), 101667. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2020.101667

Luthfi, O. M., Agung, R. M., & Sontodipoero, M. R. (2017). Skeleton microstructure of Porites lutea in Skeleton Microstructure of Porites lutea in Kondang Merak ,Malang, East Java. AIP Conference Proceedings, 030009(November).

Luthfi, O. M., Rosyid, A., Isdianto, A., & Jauhari, A. (2019). The compromised health of coral at South Java Sea : Study area Prigi Bay The Compromised Health of Coral at South Java Sea : Study Area Prigi Bay. AIP Conference Proceedings, 050007(October 2018).

Marzuki. (1986). Metode Riset. FE-UII.

Muhlis. (2011). Ekosistem terumbu karang dan kondisi oseanografi perairan kawasan wisata bahari lombok. Berk. Penel. Hayati, 16.

Octriviana, R., Ainnurasjid, & Ardiarini, R. (2017). Observasi Plasma Nutfah Bambu Di Kabupaten Malang. Jurnal Produksi Tanaman, 5(6), 1044–1052.

Reskiwati, Lalamentik, L., & Rembet, U. (2018). Studi Taksonomi Karang Genus Favia (Oken, 1815) Di Rataan Terumbu Perairan Desa Kampung Ambong Kecamatan Likupang Timur Minahasa Utara. Jurnal Ilmiah Platax, 6(1), 188–193.

Salim, D. (2012). Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang Akibat Pemutihan (Bleaching) Dan Rusak. Jurnal Kelautan, 5(2), 1907–9931. https://doi.org/10.1016/j.stemcr.2014.03.011

Saptarini, D., Mukhtasor, & Rumengan, I. F. M. (2016). Variasi Bentuk Pertumbuhan (lifeform) Karang di Sekitar Kegiatan Pembangkit Listrik, Studi Kasus Kawasan Perairan PLTU Paiton, Jawa Timur. Seminar Nasional Biodiversitas, 5(2), 1–9.

Sarbini, R., Kuslani, H., & Nugraha, Y. (2016). Teknik pengamatan tutupan terumbu karang dengan menggunakan transek garis (line intercept transect) di Pulau Kumbang Kepulauan Karimun Jawa. Buletin Teknik Litkayasa, 14(1), 33–42.

Schuttenberg, H., & Marshall, P. (2005). Managing for Mass Coral Bleaching Strategies for Supporting Socio-ecological Resilience. Status of Coral Reefs in the Carribean after Bleaching and Hurricanes of 2005, 125–137.

Setiady, D., & Usman, E. (2018). Terumbu Karang Berdasarkan Kedalaman Laut dan Pengaruh Sedimen Perairan Kepulauan Aruah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Jurnal Lingkungan Dan Bencana Geologi, 9(1), 21–30.

Supriyadi, Hidayati, N., & Isdianto, A. (2017). Analisis Sirkulasi Arus Laut Permukaan Dan Sebaran Sedimen. Prosiding Seminar Nasional Kelautan Dan Perikanan III 2017, September, 175–181.

Suryanti, Supriharyono, & Indrawan, W. (2011). Kondisi Terumbu Karang dengan Indikator Ikan Chaetodontidae di Pulau Sambangan Kepulauan Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah. Buletin Oseanografi Marina, 1.

Wahib, N. K., Kelautan, I., Brawijaya, U., & Malang, K. (2019). Kajian Efektivitas Penggunaan Metode LIT, PIT, dan QT Untuk Monitoring Tutupan Substrat.

West, J. M., & Salm, R. V. (2003). Resistance and Resilience to Coral Bleaching: Implications for Coral Reef Conservation and Management. Conservation Biology, 17(4), 956–967. https://doi.org/10.1046/j.1523-1739.2003.02055.x

Zamani, N. P., & Madduppa, H. H. (2011). A Standard Criteria for Assesing the Health of Coral Reefs : Implication for Management and Conservation. Journal of Indonesia Coral Reefs, 1(2), 137–146.

Zamani, N. P., Wardiatno, Y., & Nggajo, R. (2011). Strategi Pengembangan Pengelolaan Sumberdaya Ikan Ekor Kuning (Caesio Cuning) Pada Ekosistem Terumbu Karang Di Kepulauan Seribu Development. Jurnal Saintek Perikanan, 6(2), 38–51.




DOI: http://dx.doi.org/10.28926/briliant.v5i4.537

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Published by:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Blitar